Wereng... Oh Wereng...

Kali ini Akang mendapat cerita tentang keganasan serangan wereng dalam bentuk foto yang dikirim Nanang Gunanzah, baraya Akang dari Berengkel, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Miris rasanya melihat nasib para petani yang hasil panennya tidak memuaskan apalagi yang sampai gagal panen. Ya Robb... semoga semua ini bukan azab tetapi hanya peringatan buat kami, supaya kami lebih mengingat MU dan lebih mencintai alam yang telah dianugrahkan dengan memeliharanya serata menjaga keseimbangan ekosistemnya.


Keterangan foto dari kiri ke kanan.
Atas:
-   Ribuan hama wereng hinggap dibatang padi. Lambat laun tanaman menjadi busuk, layu dan kering. Penyebarannya sangat cepat dan sulit dikendalikan.
-   Hanya tatapan kosong. Tidak tahu lagi cara apa yang harus dilakukan, sementara kegagalan panen tampak jelas di depan mata.
-   Akibat keputusasaan yang kurang bijak dalam menghadapi serangan hama yang menyerang tanaman padi, BBM jenis solar dan oli bekas pun mereka gunakan untuk membasmi hama. Nampak limpahan solar masih tersisa dan menggenai permukaan tanah. Dan ini akan menimbulkan masalah baru bagi petani. Sungguh ironis!

Tengah:
-   Tanaman kacang panjang disisi pematang sawah. Sistem tumpang sari demikian diduga menjadi penyebab banyaknya hama wereng bioteipe baru. Karena tanaman kacang panjang merupakan salah satu inang bagi hama wereng.
-   Petani tidak punya pilihan untuk mengurangi penyebaran hama selain membabat habis tanaman yang terserang. Namun cara ini bukan pilihan yang efektif.

Bawah:
-   Tidak semua rumpun mengeluarkan malai padi. Kalau pun ada, dalam satu rumpun hanya mengeluarkan satu atau dua malai saja.
-   Akibat keganasan serangan wereng, panen pun gagal total.

Cara untuk menanggulangi hama wereng secara bijak, bisa liat disini.