Tampilkan postingan dengan label Pakan Ternak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pakan Ternak. Tampilkan semua postingan

Manfaat Bioorganik Untuk Hewan Dan Ikan

Beberapa manfaat pemberian bioorganik pada hewan ternak antara lain sabagi berikut:
-   Menghilangkan bau kandang lingkungan sekitarnya.
-   Menyeimbangkan mikroorganisme di dalam sistem pencernaan ternak.
-   Meningkatkan nafsu makan ternak.
-   Menekan jumlah bakteri yang merugikan dalam perut ternak.

Suplemen Untuk Belut

Membesarkan belut hingga siap panen dari bibit umur 1-3 bulan butuh waktu 7 bulan. Namun, dalam pelaksanaannya bisa dipercepat menjadi 4 bulan. Kunci suksesnya antara lain terletak pada media dan pemberian pakan. Selain lebih menguntungkan karena mampu menekan biaya produksi, panen dalam waktu singkat ini pun dapat mendongkrak ketersediaan pasokan belut.

Secara alamiah hewan berlendir ini memakan berbagai makanan jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh kedalam air. Anak belut yang masih kecil memakan zooplankton yang halus, seperti protozoa (hewan bersel satu), mikrokrustasea (udang-udangan renik), dan imoertabrata mikroskopik (hewan-hewan tak bertulang belakang yang kecil-kecil). Sedangkan belut yang sudah dewasa memakan larva-larva serangga, benih-benih ikan yang masih kecil, cacing, keong mas, bekicot, anak katak, belatung, daging-dagingan, limbah pemotongan hewan dan sebagai alternatif bisa menggunakan pelet.

Belut tidak jauh berbeda dengan manusia, terkadang rasa bosan untuk makan itu ada. Tentunya ini akan berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan belut itu sendiri. Biar pertumbuhannya cepat dan nafsu makannya bertambah harus diberi makanan tambahan berupa suplemen. Selain untuk kedua tujuan tadi, fungsi dari pemberian suplemen ini adalah untuk meningkatkan ketahanan belut terhadap serangan penyakit. Berikut adalah cara-cara pembuatannya.

Sebelum membuat suplemen, pertama-tama harus menyiapkan larutan biang terlebih dahulu. Bahan-bahan untuk pembuatan biang terdiri dari ½ liter EM TANI 1, 1 ons gula pasir, 10 liter air dan 2 ons dedak halus. Semua bahan dicampur, aduk dalam ember, kemudian tutup rapat. Letakkan ember di tempat yang tidak terkena air hujan dan sinar matahari langsung. Sehari sekali ember digoyang-goyangkan (jangan diaduk). Setelah berbau seperti tapai (kurang lebih 3 minggu), agak berbusa dan berwarna kecoklatan biang ini sudah jadi. Sebelum dipakai larutan biang harus disaring terlebih dahulu. Apabila sudah berubah warna menjadi kehitaman atau berbau bacin, tandanya bakteri telah mati dan larutan biang ini tidak boleh digunakan lagi.

Langkah berikutnya, baru membuat suplemennya. Bahan-bahan yang digunakan terdiri dari 1½ kg temulawak, ½ kg kunyit, ½ kg kencur dan ½ kg temu ireng. Semua bahan diparut/diblender, terus disaring untuk diambil airnya. Kemudian tambahkan 1 liter larutan biang, 1 ons gula pasir, 5 liter air kelapa dan 5 liter air cucian beras, kemudian aduk sampai semua bahan tercampur rata. Setelah difermentasi selama 1 minggu, suplemen sudah siap digunakan. Dosis penggunaan untuk setiap 1 m2 luas kolam adalah 100 cc dicampur dengan 1 liter air.

Pemberian seuplemen sebaiknya diberikan seminggu sekali pada sore hari sebelum belut diberi pakan. Untuk belut yang dibudidayakan dalam lumpur, pakan diberikan pada hari berikutnya sesuai jadwal makannya. Sedangankan untuk budidaya tanpa lumpur, pada pagi harinya air diganti dengan yang baru dan selama dalam pemberian seuplemen, belut harus dipuasakan dahulu sampai pergantian air dilakukan.

Keong Mas, Hama yang Bermanfaat

Keong mas (Pomacea canaliculata) yang selama ini dikenal sebagai hama potensial tanaman padi, jika dikelola dengan baik merupakan komoditas prospektif untuk menambah penghasilan petani dan meningkatkan gizi masyarakat. Keong mas, juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ikan, udang, sumber makanan berprotein tinggi bagi masyarakat, obat-obatan dan pengontrol inang perantara parasit trematoda yang menyebabkan gatal-gatal.

Kandungan gizi yang terdapat pada keong mas diantaranya omega 3, 6 dan 9 serta protein berkisar antara 16 hingga 50 persen. Di beberapa daerah, keong mas diolah menjadi berbagai jenis masakan seperti sate, pepes, sambal keong dan kecap keong. Bahkan ada beberapa masyarakat mempercayai bahwa keong mas ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit lever.

Penggunaan keong mas untuk pakan itik terbukti mampu menaikkan hasil telur hingga 80 persen. Pemberian pakan sekitar 4,5 persen tepung keong mas pada peternakan sapi potong juga memberikan hasil pertumbuhan yang cukup baik dan tingkat keuntungan paling tinggi dibandingkan pemberian pakan lain. Sebagai pakan ikan, penggantian kandungan tepung ikan menjadi tepung keong mas sebanyak 25 hingga 75 persen memberikan pengaruh cukup baik terhadap laju pertumbuhan harian individu, efisiensi pakan, retensi protein, dan retensi lemak.

Selain hal-hal di atas, keong mas juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan MOL (mikroorganisme lokal) dan nantinya bisa didigunakan untuk memupuk tanaman padi. Bahan-bahan yang diperlukan adalah daging keong mas 1 kg, gula merah ¼ kg atau diganti dengan buah maja (Sunda: Berenuk) 1 buah dan Air kelapa 1 liter. Sedangkan cara pembuatanya sebagai berikut:

1.     Daging keong mas ditumbuk sampai halus.
2.     Tambahkan gula yang sudah diiris tipis hingga tercampur merata.
3.     Masukkan ke dalam ember atau drum, tambahkan air kelapa dan aduk sampai merata.
4.     Tutup rapat ember dengan plastik.
5.     Untuk aerasi gunakan selang plastik. Ujung luar selang plastik dicelupkan ke air di dalam botol yang telah diberi cairan pemutih. Fungsi dari cairan pemutih ini adalah untuk menghindari kontaminasi dari luar.
6.     Setelah 2 minggu disaring, dan larutan siap untuk digunakan.

MOL bisa digunakan untuk menyemprot tanaman atau untuk pembuatan kompos. Untuk penyemprotan, gunakan ½ liter MOL untuk setiap tangki yang berkapasitas 14 liter. Penyemprotan perlu diulang setiap 2 minggu sekali. Sedangkan untuk pembuatan kompos, 1 liter MOL dilarutkan kedalam 4 liter air dan tambahkan gula 1 ons, diaduk sampai tercampur merata kemudian siramkan ke bahan kompos.