Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan

Padi Ember Organik

Secara umum, dimana pun, yang namanya menanam padi tekniknya hampir sama. Yang mebedakan hanya lokasi dan tempat tumbuhnya saja. Termasuk yang Akang bahas sekarang ini, yaitu padi ember organik. Sebetulnya disebut padi ember itu karena menanamnya atau membudidayakannya bukan dilahan sawah seperti biasanya, tetapi di ember, dan disebut organik karena dalam pemeliharaannya tidak menggunakan komponen yang berbahan kimia sintetis.

Pembesaran Belut Tanpa Lumpur

Secara alamiah tempat hidup belut (Monopterus Albus) adalah lumpur yang berair. Untuk keperluan itu para peternak belut harus menyiapkan media yang dibuat dari berbagai jenis bahan yang nantinya bisa menghasilkan media sesuai atau paling tidak mendekati tempat hidup aslinya. Beberapa pembudidaya diantaranya memang berhasil, tetapi untuk yang lainnya, kebanyakan masih bergelut dengan “teknologi do’a” supaya bisa panen dengan hasil sesuai yang diharapkan.

Meningkatkan Produksi Padi (3)

Penanaman
Bibit padi yang ditanam téh bibit yang berumur 10 hari. Untuk itu, penyiapan lahannya harus sudah selesai ketika umur bibit 9 hari. Karena bibitnya baru berumur 10 hari (masih muda), maka mulai dari pengambilan sampai sebelum bibit ditanam dilahan, bibit harus diperlakukan dengan hati-hati supaya bibit tidak stres. Untuk menghindari agar bibit tidak stres adalah sebagai berikut:
1.     Pengambilan bibit dari persemaian jangan dicabut melainkan di sodok tanahnya.
2.     Tanah yang menempel pada akar tidak perlu dicuci, biarkanlah seperti apa adanya.
3.     Bibit jangan diikat atau diinapkan.
4.     Sebelum 30 menit, terhitung dari bibit diambil, bibit harus segera ditanam.

Penanaman bibit muda ini téh bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tanaman dalam memproduksi batang dan akar selama masa pertumbuhan vegetatif, sehingga anakan yang muncul akan lebih banyak dalam setiap rumpunnya dan bulir padi yang dihasilkan juga lebih banyak karena panjang malainya juga bertambah.

bibit padi
Umur 10 hari ditanam dengan tanahnya

Bibit harus ditanam satu-satu dalam setiap titik tanam. Hal ini dimaksudkan agar setiap tanaman mempunyai cukup ruang untuk tumbuh menyebar dan memperdalam perakarannya. Karena, semakin banyak akar yang tumbuh dan semakin panjang akar yang terbentuk maka semakin besar pula ukuran batang dan daunnya. Alhasil, jumlah dan berat bulir yang terbentuk pun semakin bertambah.

Penanamannya téh menggunakan sistem jajar legowo 2:1 yang jarak tanamnya 50 x 25 x 12,5 sentimeter. Artinya, pada setiap 2 baris tanaman diberi jarak legowo 50 cm, jarak antara baris 25 cm dan jarak tanaman dalam barisan 12,5 cm. Karena lorongnya (legowonya) luas maka seluruh tanaman memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup sehingga proses potosintesis pada daun dapat berjalan dengan baik dan penyerapan hara oleh akar juga menjadi optimal karena tidak saling berebut. Selain itu, dengan pola tanam yang seperti itu populasi tanaman jadi lebih banyak, kurang lebih ada 213.000 rumpun/ha bila dibandingkan dengan pola tanam biasa yang berjarak 25 X 25, jumlahnya hanya sekitar 160.000 rumpun/ha. Dengan semakin bertambahnya jumlah rumpun dan ditunjang dengan semakin banyaknya jumlah anakan produktif yang terbentuk, malai yang lebih panjang dan jumlah bulir bernas yang lebih banyak maka akan semakin besar potensi produksi gabah yang dihasilkan.

jajar legowo
Sistem tanam jajar legowo 2:1

Yang sangat perlu diperhatikan mah adalah pada saat menanam. Bibit yang ditanam jangan terlalu dalam, maksimal 2 cm saja. Selain itu, posisi akar dan batang bibit téh harus tegak lurus seperti membentuk huruf “L”. Untuk memperoleh posisi yang demikian, caranya adalah dengan menacapkan bibit kira-kira sejauh 5 cm dari titik potong untuk menanam, kemudian menggesernya ke arah perpotongan tersebut.

Pengelolaan Air
Dalam hal pengairan, keadaan tanah téh diusahakan lebih banyak dalam kondisi retak basah. Satu minggu pertama setelah tanam, tanah tetap dipertahankan dalam kondisi lembab tetapi tidak tergenang, selanjutnya mah tanah diusahakan dalam keadaan retak basah dengan menggunakan teknik irigasi berselang. Bila tanah sudah nampak merekah dan kering, baru air dimasukkan. Ketinggian air pada saat air dimasukkan maksimal 2 cm. Setelah 12 jam, penggenangan téh cukup pada parit yang telah dipersiapkan sebelumnya yang ada disetiap petakan. Penggenangan diberikan hanya untuk keperluan penyiangan gulma, pemupukan dan terapi air untuk tujuan pengendalian hama tanaman.

hemat air
Air cukup di paritnya saja

Pada saat tanaman berada pada fase pengisian bulir, perlu dilakukan penggenangan lagi secara maksimal. Baru setelah masa pengisian bulir selesai atau 15 hari sebelum panen, air téh dibuang dari petakan dan pertahankan kembali kondisi tanah menjadi retak basah.

Pendangiran
Pendangiran harus dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada saat umur 10, 20 dan 30 hari setelah tanam. Hal ini dimaksudkan, selain untuk menyiangi dan membenamkan gulma, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa manfaat dari pendangiran téh akan mendorong semakin banyak oksigen yang tersuplai masuk kedalam tanah. Dengan semakin banyaknya oksigen yang masuk ke dalam tanah maka akan meningkatkan pertumbuhan dan aktivitas bakteri aerob di dalam tanah. Semakin tinggi aktivitas bakteri aerob di dalam tanah maka akan semakin meningkat pula Kapasitas Tukar Kation (KTK) di dalam tanah. Dan semakin tinggi KTK di dalam tanah maka semakin meningkat pula daya serap akar tanaman terhadap unsur hara tersedia dan pada akhirnya akan meningkatkan suplai hara dari akar ke seluruh bagian tanaman.

Pemupukan Susulan
Pemupukan susulan mah dilakukan dengan memberikan bokashi pada saat tanaman berumur 15 hari, penyemprotan menggunakan MOL Keong Mas dengan dosis ½ liter/tangki 14 liter saat tanaman berumur 10, 20, 30, dan 40 hari, serta penyemprotan dengan MOL Bonggol Pisang atau MOL Rebung dengan dosis ½ liter/tangki 14 liter saat tanaman berumur 50, 60, 85 dan 95 hari.

Pengendalian Hama dan Penyakit
Serangan hama dan penyakit pada pertanaman padi yang dikembangkan secara organik akan mempengaruhi tanggapan terhadap pengelolaan tanaman, hara dan air yang pada akhirnya akan menurunkan tingkat produksi baik secara kualitas maupun kuantitas. Berdasarkan hasil pengalaman dilapangan, tingkat serangan hama dan penyakit pada pertanaman padi yang dikelola secara organik téh selalu menunjukkan tingkat intensitas serangan yang lebih rendah dibanding dengan yang non organik. Hal tersebut tentu disebabkan karena pertanian secara organik akan mendorong tanaman untuk menghasilkan senyawa polifenol yang akan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. Meskipun demikian, sebagai usaha pencegahan untuk menghindari terjadinya serangan hama dan penyakit yang bisa mengakibatkan kehilangan hasil secara signifikan lakukan penyemprotan dengan pestisida organik secara berkala setiap 5 hari sekali. Khusus untuk serangan penggerek batang atau ulat grayak biasanya masih dapat dikendalikan dengan menggunakan teknik penggenangan air yang ditinggikan selama 2 hari.

Panen
Panen dilakukan bila bulir padi sudah menunjukkan bulir matang secara fisiologis. Cirinya téh adalah warna bulir padi berwarna kuning cerah secara keseluruhan, bila ditekan dengan kuku jari tangan terasa keras dan tidak meninggalkan bekas tekanan kuku. Cara yang lain adalah memotong 2–3 rumpun padi tepat dibagian pangkal batang tanaman padi. Bila dalam waktu 3–4 hari masih tumbuh daun baru dari bekas potongan berarti proses pengisian padi belum maksimal dan waktu panen téh masih perlu ditunda, tetapi bila tidak tumbuh lagi maka panen sudah dapat segera dilaksanakan.

bulir padi
Padi organik siap panen

Menanam Cabe Dalam Pot

cabe
Lahan yang sempit membuat kegiatan berkebun terkadang jadi sedikit terhambat. Tetapi, itu bukan berarti kita tidak bisa menanam apa-apa. Dengan memanfaatkan area seadanya, kegiatan berkebun justru bisa menjadi lebih berkualitas dan menyenangkan. Menanam cabe dalam pot misalanya, selain kondisinya lebih mudah dikontrol juga dapat difungsikan sebagai tanaman hias. Apalagi jika menggunakan pola bercocok tanam dengan sistem vertikultur (ditanam bertingkat), pasti terlihat lebih artistik dan hasilnya pun akan berlipat bila dibandingkan dengan sistem konvensional yang ditanam di lahan secara langsung dalam luas areal yang sama.

Menyiapkan Bibit
Bibit merupakan faktor yang paling menentukan dalam budidaya suatu tanaman. Meskipun pemeliharaan telah dilakukan secara maksimal, tetapi tidak akan memperoleh hasil yang optimal kalau bibit yang ditanam dari benih yang kurang baik. Untuk memperoleh benih yang baik adalah:
1.     Pilih buah cabe yang sehat, lebih besar dari yang lainnya dan matang sempurna.
2.     Buang bagian pangkal dan ujungnya.
3.     Sayat bagian buah yang tersisa, kemudian ambil bijinya.
4.     Jemur ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama tiga hari.

Langkah berikutnya adalah menyemai benih yang sudah kering untuk dijadikan bibit. Kegiatan menyemai ini diawali dengan merendam benih dengan air hangat selama kurang lebih 30 menit. Selanjutnya benih direndam sehari semalam dalam larutan perangsang akar. Cara membuat larutan perangsang akar dibahas pada topik Meningkatkan Produksi Padi (2).

Benih yang masih mengapung setelah sehari semalam direndam harus dibuang, karena benih tersebut pertumbuhannya tidak akan maksimal. Untuk benih yang tenggelam bungkus dengan kain basah dan biarkan sehari semalam lagi. Keesokan harinya benih baru disemaikain.

Persemaian harus disiapkan bersamaan dengan kegiatan merendam benih. Media yang digunakan berupa tanah gembur yang dicampur pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan sama banyak. Masukan media persemaian ke dalam plastik es yang diameternya 3-5 cm dan untuk tingginya cukup 6 cm saja. Basahi media dengan larutan perangsang akar hingga lembab. Selanjutnya, semaikan benih satu per satu. Atasnya tutup dengan media, tipis saja, supaya benih tidak terlihat. Selama benih belum tumbuh kondisi media harus selalu lembab dan waspada terhadap pencurian benih yang dilakukan semut. Benih siap untuk dijadikan bibit dan dipindah tanamkan apabila sudah memiliki empat helai daun sempurna.

persemaian cabe
Persemaian Cabe

Media Tanam
Media tanam merupakan tempat berkembangnya akar dalam menunjang pertumbuhan tanaman. Dari media tanam ini tanaman menyerap makanan yang berupa unsur hara melalui akarnya. Media tanam harus sudah siap paling lambat dua minggu sebelum tanam supaya terjadi pemadatan media yang sempurna. Media yang baik untuk digunakan terdiri dari tanah gembur atau top soil, kompos, dan sekam padi dengan perbandingan volume sama banyak. Aduk ketiga bahan tadi sampai tercampur rata, kemudian masukan ke pot atau polybag yang memiliki diameter minimal 30 cm.

Bahan-bahan di atas memiliki fungsi yang berbeda, namun satu sama lain saling mendukung. Tanah dengan sifat koloidnya memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara dan melalui air unsur hara dapat diserap oleh akar dengan prinsip pertukaran kation. Sekam gunanya untuk menampung/mengikat air dalam tanah, sedangkan kompos untuk menjamin tersedianya bahan penting yang akan diuraikan menjadi hara yang diperlukan oleh tanaman.

Sebaiknya kompos yang digunakan adalah kompos yang terbuat dari sampah dapur dan sampah rumah tangga. Tujuannya adalah untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan, minimalnya yang ada di sekitar kita, dari permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah. Disamping itu, untuk menghemat biaya dalam pengadaan kompos. Cara pembuatan kompos berbahan baku sampah ini bisa dilihat pada topik Mengubah Sampah Jadi Berguna atau Manfaat Sampah Rumah Tangga.

Penanaman
Seminggu sebelum tanam, media disiram dengan dua gelas MOL Keong Mas secara merata. Sebelum disiramkan, MOL harus dicampur air terlebih dahulu dengan dosis dua gelas MOL ditambah seember air (kira-kira 10 liter). Begitu juga sehari sebelum tanam, media harus disiram lagi menggunakan MOL dengan dosis yang sama, tetapi dalam penyiraman cukup segelas saja.

Bibit yang ditanam hanya bibit yang sudah memiliki minimal empat daun sempurna, sehat dan pertumbuhannya bagus. Proses penanamannya adalah:
1.     Buat lubang persis di tengah-tengah media, kira-kira lebih besar sedikit dari ukuran media bibit.
2.     Buka plastik bibit dengan cara merobeknya. Saat merobek plastik harus berhati-hati jangan sampai merusak media dan mengakibatkan banyak akar yang terputus.
3.     Masukan bibit ke lubang yang telah dibuat.
4.     Tutup media bibit dengan media bekas pembuatan lubang, lalu ratakan.
5.     Siram media tanam dengan air biasa sampai kebas.

Apabila cuaca panas, sebaiknya tanaman diberi pelindung dari pelepah pisang yang ditekuk menjadi dua bagian kemudian disungkupkan menutupi bibit menyerupai bentuk segitiga sama kaki. Pemberian pelindung ini dimaksudkan supaya bibit yang baru ditanam tetap segar dan tidak mengalami kelayuan.

Perawatan Tanaman
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan tanaman adalah:
1.     Penyiraman dilakukan secara rutin, setiap pagi dan sore hari. Kegiatan ini tidak perlu dilakukan apabila cuaca hujan atau tanaman dikocor dengan MOL.
2.     Mulai umur 7 hari sampai keluar bunga tanaman dikocor menggunakan MOL Keong Mas dengan dosis dua gelas/ember air. Setiap tanaman cukup diberi satu gelas dan diulang seminggu sekali.
3.     Sejak tanaman berbunga sampai habis masa panen pengocoran tanaman menggunakan MOL Rebung Bambu dengan dosis dan cara pengaplikasian sama seperti di atas. Mengenai pembuatan MOL diuraikan di bawah.
4.     Penyemprotan menggunakan EM TANI 3 setiap lima hari sekali dengan dosis dua sdm/liter air.
5.     Perempelan daun-daun tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun di bawah percabangan pertama.
6.     Pencabutan tanaman liar atau rumput yang tumbuh di media tanam sekaligus dengan mengemburkan medianya.
7.     Jika terjadi tanda-tanda serangan hama atau penyakit, untuk menanggulanginya, lakukan dengan menyemprotkan pestisida organik.

cabe dalam pot
Tanaman tumbuh normal

MOL Rebung Bambu
Terdiri dari Rebung Bambu ½ kg, Air Cucian Beras 8 liter, Air Kelapa 2 liter, Buah-buahan Apkir 2 kg, Gula Merah ½ kg dan EM TANI 1 ½ liter. Cara pembuatanya adalah:
1.     Rebung dan buah-buahan diparud/diblender/ditumbuk sampai halus.
2.     Masukan kedalam ember atau drum plastik.
3.     Tambahkan gula yang sudah diiris-iris, air cucian beras, air kelapa dan EM TANI 1, lalu aduk sampai merata.
4.     Selanjutnya drum ditutup rapat.
5.     Setiap tiga hari sekali tutup dibuka dan cairan bahan diaduk-aduk selama kurang lebih 15 menit. Gunakan pengaduk yang bersih dan terbuat dari kayu/bambu/plastik.
6.     Setelah dua minggu cairan disaring dan larutan siap untuk digunakan.

Meningkatkan Produksi Padi (2)

Setelah semua persiapan awal selesai dikerjakan tahap berikutnya téh adalah pengolahan tanah yang diawali dengan melakukan kegiatan pemulihan tanah. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan keanekaragaman kehidupan biologi yang bermanfaat di dalam tanah, menambah unsur-unsur organik untuk meningkatkan kesuburan tanah, serta menetralisir senyawa-senyawa beracun dalam tanah. Tujuan utama dari pemulihan tanah ini adalah menciptakan tanah yang sehat untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi yang lebih optimal.

Untuk pemulihan tanah ini téh dibagi menjadi 2 tahap pengolahan lahan. Tahap pertama adalah sebagai berikut:
-   Secepatnya, setelah panen, jerami disebar (jangan dibakar) secara merata dilahan. Lebih baik lagi jika jerami dibenamkan ke dalam tanah, hal ini untuk mempercepat proses pembusukan.
-   Sebarkan kotoran hewan (kohe) sesuai kebutuhan. Jumlah kohe yang dibutuhkan bisa dilihat pada tahap persiapan.
-   Semprot hujan menggunakan MOL Komplit dengan dosis 1 liter MOL per tangki 14 liter. Pada saat penyemprotan kondisi tanah harus basah tetapi tidak banjir dan air yang ada dilahan tidak mengalir, baik masuk maupun keluar.
-   Kurang lebih 2-3 minggu sebelum tanam, bajak (singkal) lahan sedalam 20-30 cm.
-   Setelah selesai dibajak, semprot kembali lahan seperti pada penyemprotan sebelumnya.
-   Biarkan lahan sampai pengolahan lahan tahap kedua tiba.

Sambil menunggu proses pengolahan lahan tahap kedua, siapkan lahan atau tempat untuk menyemai benih. Persemaian boleh dilakukan di sawah seperti biasanya atau di darat. Untuk yang di darat, bisa langsung ditanah atau menggunakan wadah seperti besek, pipiti atau nampan plastik. Setiap 1 m2 luas persemaian dicampur dengan 2 kg bokashi. Sedangkan untuk yang menggunakan wadah, tanah dicampur bokashi dengan perbandingan 1:1. Masukan campuran tersebut sebanyak ¾ bagian dari wadah yang digunakan.

Kebutuhan benih untuk 1 hektar lahan maksimal 8 kg, hal ini téh tergantung pola tanam yang digunakan. Benih yang akan disemai jangan asal benih, tetapi harus benih yang benar-benar memiliki kualitas baik. Untuk memperoleh benih yang berkualitas Akang mah suka merendamnya terlebih dahulu dalam larutan garam. Caranya gampang, siapkan ember atau wadah apa sajalah yang penting tidak bocor dan bukan dari bahan logam, kemudian tuangkan air secukupnya. Masukan garamnya téh sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk supaya cepat larut. Uji larutan garam dengan mencelupkan telor bebek. Jika telor masih tenggelam, angkat telornya kemudian tambahkan lagi garamnya dan aduk-aduk. Lalu, lakukan lagi pengujian. Pengujian terus diulang-ulang sampai telor bebeknya ngambang (terapung).

Masukan benih kedalam larutan garam. Kalau benihnya banyak, lakukan secara bertahap, jangan sekaligus. Benih yang dimasukan kedalam larutan harus terendam seluruhnya. Usahakan ketinggian air larutan garam dari permukaan benih minimal 15 cm. Benih yang tenggelam merupakan benih berkualitas baik, sedangkan yang terapung benih jelek dan harus dibuang.

Setelah semua benih selesai diuji, bersihkan (bilas) benih yang terpilih dengan air bersih supaya garam yang menempel pada benih hilang. Kemudian benih direndam selama 48 jam dengan air biasa (bersih) yang sebelumnya telah dicampur dengan perangsang akar.

Perangsang akar tidak perlu dibeli, bikin saja sendiri. Caranya, ambil bawang merah, yang jelek-jelek saja, kira-kira sebanyak 1 ons kemudian ditumbuk (tidak perlu halus). Rendam dengan ½ liter air. Setelah didiamkan selama 1 jam saring dan ambil airnya. Campurkan air hasil saringan dengan 5 liter air yang akan digunakan untuk merendam benih.

Setelah benih direndam selama 48 jam, benih diangkat, kemudian masukan kedalam karung. Peram benih selama 24 jam. Ke esokan harinya tebarkan benih pada persemaian yang telah disiapkan. Sebelum benih ditebar, siram/semprot hujan persemaian menggunakan perangsang akar dengan dosis 1 liter perangsang dicampur 10 liter air.

persemaian sri
Sistem persemaian di darat

Khusus persemaian yang dilakukan di darat, setelah benih ditebar, atasnya ditutup arang sekam atau tanah yang halus. Penutupan dengan arang atau tanah ini tidak perlu tebal, yang penting biji padi (benih) tidak terlihat. Untuk menjaga kelembaban, tutup lagi permukaan persemaian dengan karung atau daun pisang. Setiap hari, sebelum benih tumbuh, persemaian harus selalu diperiksa. Setelah benih ada yang tumbuh, penutup baru dibuka. Penyiraman mutlak dilakukan untuk menjaga tanah persemaian tetap basah. Bibit padi dipindah tanamkan ke lahan sawah pada umur 10 hari setelah semai.

Kira-kira empat hari setelah tebar, pengolahan lahan tahap kedua  harus segera dilaksanakan. Urutan kegiatannya adalah sebagai berikut:
-   Masukan air ke lahan. Setelah lahan cukup tergenang, tutup rapat saluran masuk air. Kemudian pastikan juga tidak ada air yang mengalir ke lahan orang lain.
-   Semprot hujan lahan menggunakan MOL Komplit dengan dosis 1 liter MOL untuk tangki 14 liter.
-   Tiga hari kemudian lakukan penggaruan untuk melumatkan agregat tanah sehingga benar-benar melumpur dengan sempurna.
-   Berikutnya, ratakan muka tanah sesuai rata muka air agar tinggi muka air terhadap tanaman merata di seluruh petakan. Hal ini untuk menciptakan lingkungan mikro yang seragam.
-   Sambil meratakan lahan, setiap petakan dibuat parit keliling dan tengah. Parit ini berfungsi untuk mengatur air dan menanggulangi hama keong mas.
-   Lahan siap untuk ditanami.

Meningkatkan Produksi Padi (1)

Makin ke sini biaya untuk menanam padi téh, terutama pupuk dan pestisida, semakin mahal. Namun hasil yang diperoleh dari musim ke musim tetap sama, bahkan cenderung menurun, paling banyak hanya 6 ton per hektar. Hasil sebanyak éta téh termasuk top-margotoplah, boleh dibilang paling unggul, biasanya mah paling banter juga cuma dapat 4 ton. Eh... sialnya lagi, sudah dapatnya sedikit pas dijual harga gabahnya murah. Tapi segitu saja sudah syukur Alhamdulillah, masih ada hasil walau pun hanya pas-pasan.

Dengan alasan di atas dan berbekal sedikit informasi yang Akang peroleh dari berbagai sumber serta bermodalkan nekad, Akang ubah cara menanam padi dari cara-cara yang seperti biasanya Akang dan kawan-kawan petani lain lakukan. Ternyata hal ini téh mengundang berbagai macam reaksi, terutama yang sifatnya mengejek, menghina, menjatuhkan bahkan ada juga yang menganggap gila. Buat Akang semua itu tidak menjadi masalah karena Akang sudah menduga jauh sebelumnnya pasti omongan-omongan yang tidak mengenakan itu téh akan terjadi. Yang penting mah Akang tidak merugikan orang lain. Malahan cemoohan éta téh Akang jadikan penyemangat supaya bisa berhasil dengan baik.

Dan Alhamdulillah, walaupun belum maksimal, ada peningkatan produksi padi yang cukup signifikan dan menakjubkan serta menghasilkan bulir yang berkualitas. Setelah melihat hasil yang Akang peroleh, beberapa kawan petani, termasuk diantaranya mereka-mereka yang sebelumnya pernah menghina, ingin mengikuti jejak Akang dalam menanam (membudidayakan) padi.

Terkadang mereka bertanya, “Ini téh, cara apa?”, Akang jawab saja tidak tahu. Karena, memang sebenarnya Akang sendiri tidak tahu, cara menanam padi yang Akang lakukan ini disebut cara atau sistem apa. Biarlah itu menjadi urusan para ahli pertanian untuk menentukannya. Yang penting mah para petani bisa mengurangi biaya dan meningkatkan hasil padinya.

Inilah cara yang Akang lakukan dalam membudidayakan tanaman padi. Yang pertama, pada bagian ini, Akang namakan tahap persiapan. Beberapa saat sebelum memasuki musim tanam atau paling telat di awal musim tanam ada hal yang perlu dipersiapkan agar pada saat dibutuhkan semuanya telah siap untuk digunakan, yaitu menyiapkan pupuk dan pestisida. Pupuk dan pestisida disini adalah pupuk dan pestisida yang dibuat sendiri bukan pupuk dan pestisida yang biasa dibeli di toko-toko pertanian yang berbahan kimia dan harganya mahal.

padi organik
Padi tumbuh subur dan sehat

Untuk pupuk Akang gunakan 2 macam, yaitu pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat menggunakan kotoran hewan yang masih mentah (belum jadi pupuk) yang digunakan sebagai pupuk dasar dan bokashi pupuk kandang untuk pupuk susulan. Pada musim tanam pertama kotoran hewan yang dibutuhkan sebanyak 10 ton dan bokashi 1 ton untuk setiap hektar lahan. Jumlah tersebut bisa kurang atau lebih, ini tergantung dari kondisi kesuburan lahan yang ada. Di musim tanam kedua, kotoran hewan dikurangi setengahnya menjadi 5 ton sedangkan bokashi tetap 1 ton. Pada musim tanam ketiga atau tanam pertama di tahun kedua, kotoran hewannya cukup 2½ ton dan bokashinya ½ ton. Sedangkan untuk musim tanam keempat dan seterusnya kotoran hewan yang diperlukan hanya 1 ton dan bokashinya ½ ton.

Pupuk cairnya menggunakan 3 jenis MOL, yaitu MOL Komplit, MOL Keong Mas dan MOL Bonggol Pisang. MOL yang pertama digunakan pada saat pengolahan lahan. Yang kedua pada saat umur tanaman 10 hari sampai keluar bunga pertama. Dan yang terakhir digunakan pada saat tanaman sudah berbunga sampai menjelang panen.

Yang harus dipersiapkan selanjutnya adalah pestisida. Untuk memudahkan dalam pembuatannya, gunakan bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan kita saja. Kalau Akang suka menggunakan Gadung 4 kg, Cabe Rawit Merah 2 ons, Daun Sirih 2 kg, Kunyit 2 kg, Kencur 2 kg, Kulit Pohon atau Daun Gamal 3 kg dan Tembakau ½ kg. Seluruh bahan ditumbuk halus kemudian direbus dengan 7 liter air hingga mendidih. Setelah dingin, masukan 4 buah ragi tape dan 10 liter air kelapa lalu aduk hinga rata. Setelah 4 hari pestisida ini mulai bisa digunakan.

pestisida organik
Jumlah anakan banyak, bebas hama dan penyakit

Pestisida tersebut cukup ampuh untuk mengatasi berbagai hama dan penyakit padi kecuali hama yang ada di dalam tanah, keong mas dan tikus. Untuk keong mas yang paling ampuh adalah dengan cara memungutnya dari sawah. Sedangkan hama tikus bisa diatasi dengan menebarkan cangkang jengkol atau jengkolnya langsung pada lahan.

Menanam Tomat di Pematang Empang

tomat organik
Di daerah Akang itu, yang namanya pematang kolam ikan téh lebar-lebar. Paling sempit 1 meter. Bahkan ada yang sampai bisa masuk mobil. Ini téh sengaja dibuat lebar karena untuk menahan beban air yang jumlahnya tidak sedikit. Kalau pematangnya kecil mah tidak akan kuat atuh, pasti sudah jebol. Dari pada dibiarkan begitu saja kan sayang lebih baik dimanpaatkan, misalnya untuk menanam kangkung, bayam, caisim, sawi, kacang panjang, cabe, tomat atau sayur-sayuran jangka pendek lainnya. Supaya tidak menggangu dan menyulitkan pada saat pemeliharaan ikan ataupun akses masuk ke empang, menanamnya dipinggiran pematang saja.

Tatalaksana penanaman harus dilakukan secara organik. Hal ini téh untuk menjaga, biar rembesan pupuk atau cipratan pestisida yang masuk ke empang tidak berbahaya dan menjadi racun yang berakibat kurang baik untuk ikannya. Disamping éta téh hasil dari tanamannya, sudah pasti, akan lebih aman untuk dikonsumsi. Rasanya juga lain, seger dan lebih enak, loh! Kalau dijual harganya pun bisa lebih mahal dari yang dibudidayakan secara non organik.

Khusus untuk tomat, tanam saja berjajar sepanjang pematang empang. Kasih saja jarak dari pinggir pematang itu kira-kira satu jengkal. Kalau lahanya cukup mah, tanam saja dua baris. Tapi sebelum tanam téh ada beberapa hal yang harus disiapkan dan ini merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam membudidayakan tomat di galengan empang, yaitu benih, persemaian dan lubang tanam.

Supaya hasilnya téh optimal, sebaiknya menggunakan benih hasil introduksi perusahaan pembenihan yang cukup kompeten yang dijual di toko-toko pertanian. Tidak perlu benih impor atau yang mahal-mahal, nu penting mah daya tumbuhnya bagus, hasil buahnya banyak, tahan hama dan penyakit serta cocok ditanam di daerah (lahan) kita. Akang juga pake benih lokal yang harganya cuma 10 ribu perak per bungkusnya.

Sebelum disemai téh benih direndam dulu selama 24 jam. Media yang digunakan untuk menyemai adalah tanah subur (top soil) yang dicampur kompos dengan perbandingan sama banyak. Untuk mengatasi kelayuan dan terjadi stagnasi sesaat setelah penanaman, benih téh disemai satu per satu pada media yang sebelumnya telah dimasukan ke daun pisang yang dibentuk seperti slinder atau plastik es kecil berdiameter 5 cm. Sambil menunggu bibit besar, siapkan dulu lubang tanamnya. Ukuran lubang cukup satu cangkulan saja dengan jarak antar lubang 50 cm. Terus masukan kompos kedalam lubang itu sampai penuh. Kira-kira seminggu sebelum tanam atau dua minggu setelah semai aduk kompos yang ada di lubang tanam dengan tanah bekas galiannya, kemudian siram dengan segelas MOL Komplit. Tentunya sebelum disiramkan MOL itu téh harus dicampur air terlebih dahulu dengan perbandingan segelas MOL ditambah seember air.

Setelah tiga minggu atau setelah memiliki dua daun sempurna, bibit tomat dipindah tanamkan. Kalau tempat semainya dari daun pisang mah, bibit téh boleh ditanam langsung. Tetapi kalau dari plastik, plastiknya harus dirobek dan dibuang dulu. Usahakan pada waktu merobek pelastik jangan sampai media semainya pecah atau banyak akar yang terputus. Setelah selesai menanam, tanaman harus langsung disiram.

Sehari atau paling lambat dua hari setelah tanam ajir harus sudah terpasang pada tiap-tiap tanaman. Hal ini untuk menjaga kerusakan akar akibat tancapan ajir. Ajir yang digunakan harus mampu menopang pohon dan buahnya.

Pada tahap pemeliharaan, kegiatan rutin yang harus dilakukan adalah:
1.     Menyiram setiap pagi dan sore hari atau disesuaikan dengan keadaan cuaca.
2.     Memupuk dengan MOL Komplit setiap lima hari sekali sampai tanaman mengeluarkan bunga. Setelah bunga keluar ganti dengan MOL Bonggol Pisang yang dicampur EM TANI 2 dengan takaran satu banding satu (1:1). Untuk cara aplikasi dan dosisnya sama dengan cara pada penyiraman lubang tanaman seperti di atas.
3.     Membersihkan gulma yang ada disekitar tanaman sekaligus melakukan pendangiran.
4.     Merempel semua tunas yang keluar dari ketiak daun, kecuali tunas yang tumbuh persis dibawah bunga pertama.
5.     Mengikat pohon atau dompolan buah pada ajir supaya tidak rebah.
6.     Mengendalikan hama dan penyakit. Terapkan pola pencegahan jangan pengobatan. Dan selalu gunakan pestisida hayati.

Kalau kegiatan rutin di atas dilaksanakan dengan baik, Akang jamin akan memperoleh hasil yang memuaskan.