Tampilkan postingan dengan label Pupuk Cair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pupuk Cair. Tampilkan semua postingan

POC Komplit Dari Limbah Domba

kambing domba
Bukan hanya daging yang bisa dimanfaatkan dari hewan yang satu ini, kotoran (fases) dan urinnya pun bisa disulap menjadi pupuk yang kualitasnya tidak kalah baik bila dibandingkan dengan pupuk-pupuk buatan pabrik. Apalagi diera seperti sekarang ini, dimana harga-harga pupuk pabrikan terus meroket dan pertanian organik mulai dilirik lagi oleh sebagian petani, tentunya diperlukan pasokan pupuk organik yang banyak dan berkesinambungan.

Apabila kotoran domba (biokultur) dibuat pupuk cair dengan cara difermentasi, unsur N, P, K dan C-organiknya meningkat secara drastis dibanding tanpa fermentasi. Yakni 1,22% dibanding 0,27% untuk N; 84 ppm dibanding 69 ppm untuk P; 962 ppm dibanding 422 ppm untuk K; dan 3.414 ppm dibanding 2.811 ppm untuk C-organik. Sedangkan untuk biourin, kandungan unsur N 0,89% dibanding 0,34%; K 1.770 ppm dibanding 759 ppm; dan C-organik 3.773 ppm dibanding 3.390 ppm. Tetapi unsur P turun menjadi 89 ppm dibanding 94 ppm.

Pada materi ini Akang coba membuat pupuk cair organik dari kotoran dan urin domba yang digabungkan menjadi satu. Agar hara satu sama lain bisa saling melengkapi ditambahkan dengan beberapa bagian tumbuh-tumbuhan. Bahan selengkapnya adalah sebagai berikut:
-   Urin 50 liter
-   Kotoran (fases) 5 kg
-   Gedebong pisang 5 kg
-   Sabut kelapa 2 kg
-   Daun gamal 3 kg
-   Berenuk 5 butir
-   Kulit nanas 2 kg
-   Gula pasir 2 kg
-   B-Satu atau B-Dua 1 botol

Cara Pembuatan
Tahap Persiapan:
1.     Cacah gedebong pisang dan kulit nanas sekecil mungkin
2.     Tumbuk daun gamal sampai hancur
3.     Ambil daging dari buah berenuk
4.     Sobek-sobek serabut kelapa

Tahap Fermentasi:
1.     Masukan semua bahan ke dalam drum plastik.
2.     Aduk-aduk sampai semuanya tercampur rata.
3.     Drum ditutup rapat dan simpan di tempat teduh.
4.     Setiap hari, samapai hari ke-7, larutan bahan harus diaduk-aduk.
5.     Setelah hari ke-7 pengadukan cukup dilakukan 3 hari sekali.
6.     Setelah 3 minggu, larutan siap untuk dijadikan pupuk.

Cara Aplikasi
1.     Disemprotkan
Dosis 1 gelas air mineral (kira-kira 250 cc) untuk 1 tangki yang 14 Liter.
2.     Disiramkan (dikocor)
Dosis 2 gelas air mineral (kira-kira 500 cc) dilarutkan dalam 1 ember air (kira-kira 10 liter). Siramkan larutan sebanyak 1-2 gelas air mineral ke setiap tanaman.

Pembuatan Nutrisi Untuk Tanaman

Seperti halnya manusia, tanaman juga memerlukan asupan nutrisi yang cukup dengan kombinasi yang tepat, baik makro maupun mikro, pada setiap fasenya supaya bisa tumbuh, berkembang, dan bereproduksi dengan sempurna. Ketika ia mengalami kekurangan nutrisi, tanaman menunjukkan gejala-gejala yang tidak sehat. Begitu juga sebaliknya, ketika asupan nutrisi berlebihan, menimbulkan efek yang kurang baik bagi tanaman.

Nutrisi untuk Fase Vegetatif
Untuk diaplikasikan saat usia tanaman berada dalam fase vegetatif atau masa pertumbuhan. Komposisi bahan yang digunakan terdiri dari 1 liter B-Dua, 5 buah berenuk, 5 kg daun gamal, ½ kg terasi, 1 kg gula pasir, 30 kg kotoran kambing, dan air secukupnya. Cara pembuatanya adalah:
1.     Kotoran kambing, daging buah berenuk, daun gamal yang sudah dihancurkan, gula, terasi dan B-Dua dimasukkan ke dalam drum plastik.
2.     Masukan air perlahan-lahan sambil diaduk-aduk. Pemberian air ini kira-kira sampai sejengkal dibawah permukaan drum.
3.     Tutup mulut drum agar air hujan dan sinar matahari tidak masuk ke dalamnya, dan simpan drum ditempat yang teduh.
4.     Setiap 3 hari sekali tutup dibuka lalu diaduk-aduk selama 15-30 menit. Gunakan pengaduk yang bersih dan terbuat dari bahan kayu/bambu/plastik.
5.     Setelah 8-10 hari cairan nutrisi disaring dan siap untuk digunakan.

Nutrisi untuk Fase Generatif
Nutrisi ini terdiri dari dua komposisi yang hasil akhirnya digabungkan. Penggunaannya saat tanaman memasuki fase generatif atau menjelang berbunga.
a)     Nutrisi-1
Komposisi bahan terdiri dari batang pisang 50 kg, gula pasir 5 kg, B-Satu 1 liter dan air 50 liter. Cara pembuatanya adalah:
1.     Iris-iris batang pisang, sekecil mungkin.
2.     Larutkan B-Satu, gula dan air dalam drum plastik. Sambil diaduk-aduk masukan irisan batang pisang sedikit demi sedikit.
3.     Tutup drum rapat-rapat. Pastikan sinar matahari dan air hujan tidak masuk, dan simpan drum ditempat yang teduh.
4.     Setelah dua minggu irisan batang pisang diangkat dan diremas-remas sampai airnya habis, kemudian cairannya disaring.
b)    Nutrisi-2
Komposisi bahan terdiri dari sabut kelapa 5 kg, B-Satu 1 liter dan air 100 liter. Sabut kelapa dan B-Satu dimasukan kedalam drum. Setelah itu, drum diisi air dan ditutup rapat. Supaya hasilnya sempurna, sabut kelapa harus terendam air. Setelah dua minggu air akan berubah warna menjadi coklat kehitaman. Selanjutnya sabut diangkat dan airnya disaring.

Nutrisi untuk fase generatif ini merupakan campuran dari ¼ bagian nutrisi-1 dan ¾ bagian nutrisi-2.

Dalam pengaplikasiannya kedua nutrisi ini, baik yang untuk fase vegetatif maupun generatif, bisa disiramkan atau disemprotkan dengan mengencerkannya (mencampur) dulu dengan air.

Pemanfaatan Urin Sebagai Pupuk Cair

Tanaman memerlukan unsur nitrogen (N) lebih banyak pada fase pertumbuhan vegetatif. Banyak hal yang bisa kita manfaatkan untuk memperoleh hara ini. Salah satunya dari urin manusia. Urin atau air seni atau istilah yang lebih umum dipakai adalah air kencing, merupakan cairan sisa reaksi biokimiawi rumit yang terjadi di dalam tubuh.

Sebanyak 70% bahan makanan yang dikonsumsi manusia dikeluarkan dalam bentuk air seni. Dalam sehari, orang dewasa dapat mengeluarkan air kencing antara 1 sampai 1½ liter atau rata-rata 500 liter dalam setiap tahunnya. Hara terkandungannya cukup tinggi, yaitu 80% nitrogen (Larsen et al, 2001) dan sisanya fosfat serta potasium. Ketiga unsur tersebut termasuk unsur penting dalam pertumbuhan tanaman. Sudah barang tentu hal ini akan sangat bermanfaat sekali kalau dijadikan pupuk, tentunya setelah melalui proses fermentasi terlebih dahulu agar bau pesingnya terurai.

Di Indonesia penggunaan pupuk dari hasil fermentasi urin manusia ini belum begitu banyak dipergunakan. Disamping faktor pengusahaannya yang belum memadai, masalah tabu dan juga jiji, sering menjadi kendalanya. Berbeda dengan Cina, Zimbabwe, Meksiko, India, Uganda, Jerman dan Swedia, pupuk urin ini merupakan bagian dari program pemanfaatan limbah yang disebut Ecological Sanitation (Ecosan).

Pupuk urin memiliki banyak keunggulan, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun sosial. Dalam lingkungan, penggunaan pupuk ini memperbaiki penanganan kesehatan masyarakat. Penggunaan pupuk air seni juga mampu meningkatkan hasil panen sehingga taraf hidup masyarakat membaik. Dengan kata lain, air kencing dapat menurunkan angka kemiskinan.

Hasil Penelitian
Menurut Ian Caldwell dan Arno Rosemarin dari Stockholm Environment Institute, Swedia, penggunaan urin dan kotoran manusia sebagai pupuk adalah cara utama dalam menerapkan pertanian berkelanjutan. Lebih jauh lagi, hal tersebut dapat membantu tercapainya ketahanan pangan dan mendukung tersedianya nutrisi yang lebih baik.

Sementara MnKeni bersama teman-temannya dari Universitas Fort Hare, Afrika Selatan, dari hasil penelitiannya menunjukan, bahwa penggunaan urin sebagai sumber nitrogen sebanding dengan pupuk urea.

Salah satu masalah yang dikhawatirkan dari pemanfaatan pupuk jenis ini adalah rasa produk tanamannya. Logikanya, penggunaan air seni sebagai pupuk berkemungkinan mempengaruhi mutu hasil tanaman. Namun, permasalahan ini ditepis oleh penelitian Surendra K. Pradhan dan rekannya dari Universitas Kuopio, Finlandia.

Mereka membandingkan penggunaan air kencing manusia sebagai pupuk kubis dengan pupuk buatan industri. Hasilnya, kemampuan pupuk urin sama dengan pupuk buatan industri pada dosis 180 kg N per hektar.

Bahkan pertumbuhan, biomassa, dan kandungan klorida tanaman sedikit lebih tinggi jika menggunakan pupuk air seni. Serangga yang biasanya ikut mati akibat penggunaan pupuk industri juga berkurang dengan menggunakan pupuk alami ini.

Penelitian ilmuwan ini membuktikan bahwa air seni manusia dapat digunakan sebagai pupuk tanpa mengancam nilai kehigienisan tanaman yang berarti. Selain itu, rasa produk makanannya juga tak berkurang meski tanaman yang menjadi bahan bakunya diberi pupuk urin.

Tanda Kebesaran Alloh
Air kencing manusia, ternyata bukan sekedar cairan tak berguna. Sederet manfaat dimiliki oleh cairan tersebut. Inilah satu lagi bukti kebesaran Alloh. Sungguh, tiada yang sia-sia segala apa yang telah diciptakanNya tak terkecuali air seni.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya manusia bersyukur atas apa yang Alloh berikan. Sejatinya, hanya Dialah yang mampu menjadikan barang hina seperti urin manusia, dapat berfungsi sebagai pupuk. Ini karena Alloh adalah satu-satunya Tuhan yang memiliki sifat Maha Pencipta dan Maha Mengetahui, sebagaimana firmanNya: ”Sesungguhnya Rabbmu, Dialah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui”. (QS Al-Hijr, 15:86)

Sebagian isi artikel di atas dikutip dari:
www.hidayatullah.com, yang ditulis oleh Syaefudin.
Penulis adalah Asisten Dosen Metabolisme, Departemen Biokimia, FMIPA Institut Pertanian Bogor.

Pembuatan POC Urin Manusia Ala Kang Aji
1.     Bahan terdiri dari urin 10 liter, air kelapa 10 liter, bakteri 1 liter dan gula pasir 1 kg. Jumlah tersebut boleh disesuaikan dengan kebutuhan, dengan syarat komposisi bahan mengikuti ketentuan yang ada.
2.     Bakteri yang digunakan EM TANI atau Biostarter dari Air Liur.
3.     Semua bahan diaduk, kemudian dimasukan kedalam molter.
4.     Fermentasi selesai setelah 2 minggu.

POC yang berbahan urin manusia ini diberi nama Fermak alias Fermentasi Air Kencing.

membuat mol
Molter yang terbuat dari galon

Biostarter dari Air Liur

Sungguh luar biasa kebesaran Alloh. Tak satupun hasil dari ciptaanNYA ada yang sia-sia. Semua punya manfaat tersendiri, tak terkecuali dengan air liur. Meskipun menjijikan, ternyata, dalam air liur itu terdapat empat macam mikroorganisme yang bermanfaat, yaitu Saccharomyces, Cellulomonas, Lactobacillus, dan Rhizobium. Apabila bakteri yang hidup di lambung manusia ini dikumpulkan kemudian difermentasi, maka akan sangat berguna sekali dalam me-recovery tingkat kesuburan tanah.

Untuk mendapatkannya tidak susah yaitu dengan cara menampung air kumur-kumur yang pertama kali, pada pagi hari setelah bangun tidur. Karena saat tidur tidak ada makanan yang masuk ke perut dalam waktu cukup lama, mikroorganisme tersebut akan naik menyantap sisa-sisa makanan yang berada di rongga mulut. Dalam keadaan inilah bakteri-bakteri tersebut berkumpul di mulut. Supaya bakteri tidak mati, dalam berkumur jangan menggunakan air yang mengandung anti septik, tetapi gunakan saja air sumur biasa. Perlu diperhatikan, air hasil kumur-kumur dari orang yang mengidap penyakit TBC, Dipteri, dan penyakit pernafasan lainnya, tidak boleh dipergunakan  (ditampung).

Langkah berikutnya adalah mengembangbiakan mikroorganisme yang sudah terkumpul tadi agar jumlahnya bertambah banyak menjadi berlipat ganda sehingga daya gunanya pun menjadi lebih dahsyat. Yaitu dengan cara sebagai berikut:

Setiap 2 liter mikroorganisme yang sudah terkumpul yaitu berupa bakteri yang terdapat dalam air liur, ditambah dengan 3 liter air kelapa dan ¼ kg gula pasir, kemudian difermentasikan. Setelah fermentasi berlangsung selama 14 hari, liur tersebut tak lagi berbau "naga", tetapi berbau wangi seperti bau tape. Ini menandakan bahwa bakteri sudah berkembangbiak dengan baik. Hasil dari fermentasi ini siap untuk dijadikan sebagai startrer atau dekomposer dalam pembuatan kompos atau bisa juga dimanfaatkan untuk mempercepat ketersediaan nutrisi tanaman, mengikat pupuk, mengembalikan dan meningkatkan kesuburan tanah.

kompos jerami
Jerami lebih cepat menjadi kompos

Pupuk Organik Cair Mengandung N, P dan K

Dalam pertumbuhannya tanaman memerlukan tiga unsur hara penting, yaitu nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K). Peranan utama nitrogen (N) adalah untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, terutama pada fase vegetatif, khususnya batang, cabang, dan daun. Selain itu, nitrogen pun berperan penting dalam pembentukan hijau daun (klorofil) yang sangat berguna dalam proses fotosintesis. Fungsi lainnya ialah membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya.

Unsur fosfor (P) bertugas mengedarkan energi keseluruh bagian tanaman, berguna untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda. Selain itu, fosfor juga berfungsi sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu, membantu asimilasi dan pernapasan, mempercepat pembungaan dan pembuahan, serta mempercepat pemasakan biji dan buah.

Sedangkan fungsi utama kalium (K) adalah membantu pembentukan protein, karbohidrat dan gula. Kalium pun berperan dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur. Membantu pengankutan gula dari daun ke buah atau umbi. Yang tidak bisa dilupakan adalah kalium pun merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan serangan penyakit.

Bahan-bahan alami yang mengandung unsur nitrogen diantaranya azolla, kacang-kacangan, jerami atau dedaunan yang berwarna hijau, serta urin dan kotoran hewan atau manusia. Sementara bahan alami yang mengandung unsur fosfor dan kalium antara lain ampas tebu, batang pisang, sabut kelapa, dan abu kayu. Berikut adalah cara pembuatan pupuk organik cair (POC) berdasarkan kandungan unsur haranya.

POC dengan unsur hara N
Nitrogen menjadi sangat penting bagi tanaman pada fase vegetatif. Kekurangan hara ini akan menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi lambat. Mula-mula daun menguning dan mengering, lalu rontok. Daun yg menguning diawali dari daun bagian bawah, lalu disusul daun bagian atas.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat POC berunsur hara N adalah daun salam 1 kg, babadotan 1 kg, air kelapa 1 liter, bintil akar kacang tanah 1 kg, EM TANI 100 cc, dan gula pasir 10 sendok. Daun salam, babadotan, dan bintil akar kacang tanah ditumbuk sampai halus, lalu dimasukan ke dalam ember berisi air kelapa yang sudah dicampur EM TANI dan gula pasir. Selanjutnya ember ditutup rapat dan dibiarkan selama tiga minggu. Setelah itu cairan disaring dan siap untuk digunakan.

POC dengan unsur hara P
Gejala yang ditunjukan tanaman akibat kekurangan unsur fosfor adalah daun bawah berubah warna menjadi tua atau tampak mengkilap merah keunguan. Kemudian menjadi kuning keabuan dan rontok. Tepi daun, cabang, dan batang berwarna merah keunguan. Batang kerdil dan tidak menghasilkan bunga dan buah. Jika sudah terlanjur berbuah ukurannya kecil, jelek, dan lekas matang.

Bahan yang diperlukan untuk membuat POC berunsur hara P adalah batang pisang 1 kg, gula pasir 1 ons, dan air 1 liter. Untuk pembuatannya adalah sebagai brikut:
1.     Larutkan gula dengan air dalam ember dan iris-iris batang pisang.
2.     Masuka irisan tersebut pada plasitk yang sudah dilubangi sebelumnya atau dibungkus dengan kain kasa, lalu ikat jangan samapai irisan batang pisang berceceran.
3.     Masukan plastik atau kain kasa yang berisi irisan batang pisang ke dalam ember yang berisi larutan gula.
4.     Supaya tenggelam, platik atau kain kasa diberi pemberat.
5.     Tutup ember rapat-rapat.
6.     Setelah dua minggu irisan batang pisang dikeluarkan dari pembungkusnya, kemudian diremas-remas sampai airnya habis.
7.     Setelah disaring, larutan siap digunakan.

POC dengan unsur hara K
Kalium sangat penting bagi tanaman khususnya pada fase generatif, terutama dalam pembentukan biji, supaya biji tersebut bernas (berisi). Ciri tanaman yang kekurangan kalium adalah daun mengkerut atau keriting, timbul bercak-bercak merah kecoklatan lalu kering dan mati. Perkembangan akar lambat. Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, jelek, dan tidak tahan lama.

Bahan untuk pembuatan pupuk cair ini adalah sabut kelapa sekitar 5 kg dan air 100 liter. Sabut kelapa dicacah, lalu dimasukan kedalam drum. Setelah itu, drum diisi air dan ditutup rapat. Supaya sabut kelapa tidak berantakan, sebaiknya dimasukan kedalam wadah (seperti irisan batang pisang), diikat dan diberi pemberat agar tenggelam. Setelah dibiarkan selama dua minggu air akan berubah warna menjadi coklat kehitaman. Selanjutnya air disaring dan siap untuk digunakan.

Aplikasi pada tanaman padi
-   Untuk merangsang pertumbuhan anakan semprotkan POC yang mengandung hara N dan P saat tanaman berumur 0-56 hari dengan interval seminggu sekali. Dosis yang digunakan untuk tangki yang berkapasitas 14 liter adalah 1 liter POC “N” ditambah 20 cc POC “P”.
-   Untuk merangsang pembungaan dan pembentukan biji yang bernas (berisi), semprot tanaman saat berumur 63 hari sampai biji padi terlihat menguning dengan interval seminggu sekali. Dosis yang digunakan adalah 40 cc POC “P” dicampur dengan 1 tangki (14 liter) POC “K”.

Menanam Cabe Dalam Pot

cabe
Lahan yang sempit membuat kegiatan berkebun terkadang jadi sedikit terhambat. Tetapi, itu bukan berarti kita tidak bisa menanam apa-apa. Dengan memanfaatkan area seadanya, kegiatan berkebun justru bisa menjadi lebih berkualitas dan menyenangkan. Menanam cabe dalam pot misalanya, selain kondisinya lebih mudah dikontrol juga dapat difungsikan sebagai tanaman hias. Apalagi jika menggunakan pola bercocok tanam dengan sistem vertikultur (ditanam bertingkat), pasti terlihat lebih artistik dan hasilnya pun akan berlipat bila dibandingkan dengan sistem konvensional yang ditanam di lahan secara langsung dalam luas areal yang sama.

Menyiapkan Bibit
Bibit merupakan faktor yang paling menentukan dalam budidaya suatu tanaman. Meskipun pemeliharaan telah dilakukan secara maksimal, tetapi tidak akan memperoleh hasil yang optimal kalau bibit yang ditanam dari benih yang kurang baik. Untuk memperoleh benih yang baik adalah:
1.     Pilih buah cabe yang sehat, lebih besar dari yang lainnya dan matang sempurna.
2.     Buang bagian pangkal dan ujungnya.
3.     Sayat bagian buah yang tersisa, kemudian ambil bijinya.
4.     Jemur ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama tiga hari.

Langkah berikutnya adalah menyemai benih yang sudah kering untuk dijadikan bibit. Kegiatan menyemai ini diawali dengan merendam benih dengan air hangat selama kurang lebih 30 menit. Selanjutnya benih direndam sehari semalam dalam larutan perangsang akar. Cara membuat larutan perangsang akar dibahas pada topik Meningkatkan Produksi Padi (2).

Benih yang masih mengapung setelah sehari semalam direndam harus dibuang, karena benih tersebut pertumbuhannya tidak akan maksimal. Untuk benih yang tenggelam bungkus dengan kain basah dan biarkan sehari semalam lagi. Keesokan harinya benih baru disemaikain.

Persemaian harus disiapkan bersamaan dengan kegiatan merendam benih. Media yang digunakan berupa tanah gembur yang dicampur pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan sama banyak. Masukan media persemaian ke dalam plastik es yang diameternya 3-5 cm dan untuk tingginya cukup 6 cm saja. Basahi media dengan larutan perangsang akar hingga lembab. Selanjutnya, semaikan benih satu per satu. Atasnya tutup dengan media, tipis saja, supaya benih tidak terlihat. Selama benih belum tumbuh kondisi media harus selalu lembab dan waspada terhadap pencurian benih yang dilakukan semut. Benih siap untuk dijadikan bibit dan dipindah tanamkan apabila sudah memiliki empat helai daun sempurna.

persemaian cabe
Persemaian Cabe

Media Tanam
Media tanam merupakan tempat berkembangnya akar dalam menunjang pertumbuhan tanaman. Dari media tanam ini tanaman menyerap makanan yang berupa unsur hara melalui akarnya. Media tanam harus sudah siap paling lambat dua minggu sebelum tanam supaya terjadi pemadatan media yang sempurna. Media yang baik untuk digunakan terdiri dari tanah gembur atau top soil, kompos, dan sekam padi dengan perbandingan volume sama banyak. Aduk ketiga bahan tadi sampai tercampur rata, kemudian masukan ke pot atau polybag yang memiliki diameter minimal 30 cm.

Bahan-bahan di atas memiliki fungsi yang berbeda, namun satu sama lain saling mendukung. Tanah dengan sifat koloidnya memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara dan melalui air unsur hara dapat diserap oleh akar dengan prinsip pertukaran kation. Sekam gunanya untuk menampung/mengikat air dalam tanah, sedangkan kompos untuk menjamin tersedianya bahan penting yang akan diuraikan menjadi hara yang diperlukan oleh tanaman.

Sebaiknya kompos yang digunakan adalah kompos yang terbuat dari sampah dapur dan sampah rumah tangga. Tujuannya adalah untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan, minimalnya yang ada di sekitar kita, dari permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah. Disamping itu, untuk menghemat biaya dalam pengadaan kompos. Cara pembuatan kompos berbahan baku sampah ini bisa dilihat pada topik Mengubah Sampah Jadi Berguna atau Manfaat Sampah Rumah Tangga.

Penanaman
Seminggu sebelum tanam, media disiram dengan dua gelas MOL Keong Mas secara merata. Sebelum disiramkan, MOL harus dicampur air terlebih dahulu dengan dosis dua gelas MOL ditambah seember air (kira-kira 10 liter). Begitu juga sehari sebelum tanam, media harus disiram lagi menggunakan MOL dengan dosis yang sama, tetapi dalam penyiraman cukup segelas saja.

Bibit yang ditanam hanya bibit yang sudah memiliki minimal empat daun sempurna, sehat dan pertumbuhannya bagus. Proses penanamannya adalah:
1.     Buat lubang persis di tengah-tengah media, kira-kira lebih besar sedikit dari ukuran media bibit.
2.     Buka plastik bibit dengan cara merobeknya. Saat merobek plastik harus berhati-hati jangan sampai merusak media dan mengakibatkan banyak akar yang terputus.
3.     Masukan bibit ke lubang yang telah dibuat.
4.     Tutup media bibit dengan media bekas pembuatan lubang, lalu ratakan.
5.     Siram media tanam dengan air biasa sampai kebas.

Apabila cuaca panas, sebaiknya tanaman diberi pelindung dari pelepah pisang yang ditekuk menjadi dua bagian kemudian disungkupkan menutupi bibit menyerupai bentuk segitiga sama kaki. Pemberian pelindung ini dimaksudkan supaya bibit yang baru ditanam tetap segar dan tidak mengalami kelayuan.

Perawatan Tanaman
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan tanaman adalah:
1.     Penyiraman dilakukan secara rutin, setiap pagi dan sore hari. Kegiatan ini tidak perlu dilakukan apabila cuaca hujan atau tanaman dikocor dengan MOL.
2.     Mulai umur 7 hari sampai keluar bunga tanaman dikocor menggunakan MOL Keong Mas dengan dosis dua gelas/ember air. Setiap tanaman cukup diberi satu gelas dan diulang seminggu sekali.
3.     Sejak tanaman berbunga sampai habis masa panen pengocoran tanaman menggunakan MOL Rebung Bambu dengan dosis dan cara pengaplikasian sama seperti di atas. Mengenai pembuatan MOL diuraikan di bawah.
4.     Penyemprotan menggunakan EM TANI 3 setiap lima hari sekali dengan dosis dua sdm/liter air.
5.     Perempelan daun-daun tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun di bawah percabangan pertama.
6.     Pencabutan tanaman liar atau rumput yang tumbuh di media tanam sekaligus dengan mengemburkan medianya.
7.     Jika terjadi tanda-tanda serangan hama atau penyakit, untuk menanggulanginya, lakukan dengan menyemprotkan pestisida organik.

cabe dalam pot
Tanaman tumbuh normal

MOL Rebung Bambu
Terdiri dari Rebung Bambu ½ kg, Air Cucian Beras 8 liter, Air Kelapa 2 liter, Buah-buahan Apkir 2 kg, Gula Merah ½ kg dan EM TANI 1 ½ liter. Cara pembuatanya adalah:
1.     Rebung dan buah-buahan diparud/diblender/ditumbuk sampai halus.
2.     Masukan kedalam ember atau drum plastik.
3.     Tambahkan gula yang sudah diiris-iris, air cucian beras, air kelapa dan EM TANI 1, lalu aduk sampai merata.
4.     Selanjutnya drum ditutup rapat.
5.     Setiap tiga hari sekali tutup dibuka dan cairan bahan diaduk-aduk selama kurang lebih 15 menit. Gunakan pengaduk yang bersih dan terbuat dari kayu/bambu/plastik.
6.     Setelah dua minggu cairan disaring dan larutan siap untuk digunakan.

Meningkatkan Produksi Padi (2)

Setelah semua persiapan awal selesai dikerjakan tahap berikutnya téh adalah pengolahan tanah yang diawali dengan melakukan kegiatan pemulihan tanah. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan keanekaragaman kehidupan biologi yang bermanfaat di dalam tanah, menambah unsur-unsur organik untuk meningkatkan kesuburan tanah, serta menetralisir senyawa-senyawa beracun dalam tanah. Tujuan utama dari pemulihan tanah ini adalah menciptakan tanah yang sehat untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi yang lebih optimal.

Untuk pemulihan tanah ini téh dibagi menjadi 2 tahap pengolahan lahan. Tahap pertama adalah sebagai berikut:
-   Secepatnya, setelah panen, jerami disebar (jangan dibakar) secara merata dilahan. Lebih baik lagi jika jerami dibenamkan ke dalam tanah, hal ini untuk mempercepat proses pembusukan.
-   Sebarkan kotoran hewan (kohe) sesuai kebutuhan. Jumlah kohe yang dibutuhkan bisa dilihat pada tahap persiapan.
-   Semprot hujan menggunakan MOL Komplit dengan dosis 1 liter MOL per tangki 14 liter. Pada saat penyemprotan kondisi tanah harus basah tetapi tidak banjir dan air yang ada dilahan tidak mengalir, baik masuk maupun keluar.
-   Kurang lebih 2-3 minggu sebelum tanam, bajak (singkal) lahan sedalam 20-30 cm.
-   Setelah selesai dibajak, semprot kembali lahan seperti pada penyemprotan sebelumnya.
-   Biarkan lahan sampai pengolahan lahan tahap kedua tiba.

Sambil menunggu proses pengolahan lahan tahap kedua, siapkan lahan atau tempat untuk menyemai benih. Persemaian boleh dilakukan di sawah seperti biasanya atau di darat. Untuk yang di darat, bisa langsung ditanah atau menggunakan wadah seperti besek, pipiti atau nampan plastik. Setiap 1 m2 luas persemaian dicampur dengan 2 kg bokashi. Sedangkan untuk yang menggunakan wadah, tanah dicampur bokashi dengan perbandingan 1:1. Masukan campuran tersebut sebanyak ¾ bagian dari wadah yang digunakan.

Kebutuhan benih untuk 1 hektar lahan maksimal 8 kg, hal ini téh tergantung pola tanam yang digunakan. Benih yang akan disemai jangan asal benih, tetapi harus benih yang benar-benar memiliki kualitas baik. Untuk memperoleh benih yang berkualitas Akang mah suka merendamnya terlebih dahulu dalam larutan garam. Caranya gampang, siapkan ember atau wadah apa sajalah yang penting tidak bocor dan bukan dari bahan logam, kemudian tuangkan air secukupnya. Masukan garamnya téh sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk supaya cepat larut. Uji larutan garam dengan mencelupkan telor bebek. Jika telor masih tenggelam, angkat telornya kemudian tambahkan lagi garamnya dan aduk-aduk. Lalu, lakukan lagi pengujian. Pengujian terus diulang-ulang sampai telor bebeknya ngambang (terapung).

Masukan benih kedalam larutan garam. Kalau benihnya banyak, lakukan secara bertahap, jangan sekaligus. Benih yang dimasukan kedalam larutan harus terendam seluruhnya. Usahakan ketinggian air larutan garam dari permukaan benih minimal 15 cm. Benih yang tenggelam merupakan benih berkualitas baik, sedangkan yang terapung benih jelek dan harus dibuang.

Setelah semua benih selesai diuji, bersihkan (bilas) benih yang terpilih dengan air bersih supaya garam yang menempel pada benih hilang. Kemudian benih direndam selama 48 jam dengan air biasa (bersih) yang sebelumnya telah dicampur dengan perangsang akar.

Perangsang akar tidak perlu dibeli, bikin saja sendiri. Caranya, ambil bawang merah, yang jelek-jelek saja, kira-kira sebanyak 1 ons kemudian ditumbuk (tidak perlu halus). Rendam dengan ½ liter air. Setelah didiamkan selama 1 jam saring dan ambil airnya. Campurkan air hasil saringan dengan 5 liter air yang akan digunakan untuk merendam benih.

Setelah benih direndam selama 48 jam, benih diangkat, kemudian masukan kedalam karung. Peram benih selama 24 jam. Ke esokan harinya tebarkan benih pada persemaian yang telah disiapkan. Sebelum benih ditebar, siram/semprot hujan persemaian menggunakan perangsang akar dengan dosis 1 liter perangsang dicampur 10 liter air.

persemaian sri
Sistem persemaian di darat

Khusus persemaian yang dilakukan di darat, setelah benih ditebar, atasnya ditutup arang sekam atau tanah yang halus. Penutupan dengan arang atau tanah ini tidak perlu tebal, yang penting biji padi (benih) tidak terlihat. Untuk menjaga kelembaban, tutup lagi permukaan persemaian dengan karung atau daun pisang. Setiap hari, sebelum benih tumbuh, persemaian harus selalu diperiksa. Setelah benih ada yang tumbuh, penutup baru dibuka. Penyiraman mutlak dilakukan untuk menjaga tanah persemaian tetap basah. Bibit padi dipindah tanamkan ke lahan sawah pada umur 10 hari setelah semai.

Kira-kira empat hari setelah tebar, pengolahan lahan tahap kedua  harus segera dilaksanakan. Urutan kegiatannya adalah sebagai berikut:
-   Masukan air ke lahan. Setelah lahan cukup tergenang, tutup rapat saluran masuk air. Kemudian pastikan juga tidak ada air yang mengalir ke lahan orang lain.
-   Semprot hujan lahan menggunakan MOL Komplit dengan dosis 1 liter MOL untuk tangki 14 liter.
-   Tiga hari kemudian lakukan penggaruan untuk melumatkan agregat tanah sehingga benar-benar melumpur dengan sempurna.
-   Berikutnya, ratakan muka tanah sesuai rata muka air agar tinggi muka air terhadap tanaman merata di seluruh petakan. Hal ini untuk menciptakan lingkungan mikro yang seragam.
-   Sambil meratakan lahan, setiap petakan dibuat parit keliling dan tengah. Parit ini berfungsi untuk mengatur air dan menanggulangi hama keong mas.
-   Lahan siap untuk ditanami.

Keong Mas, Hama yang Bermanfaat

Keong mas (Pomacea canaliculata) yang selama ini dikenal sebagai hama potensial tanaman padi, jika dikelola dengan baik merupakan komoditas prospektif untuk menambah penghasilan petani dan meningkatkan gizi masyarakat. Keong mas, juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ikan, udang, sumber makanan berprotein tinggi bagi masyarakat, obat-obatan dan pengontrol inang perantara parasit trematoda yang menyebabkan gatal-gatal.

Kandungan gizi yang terdapat pada keong mas diantaranya omega 3, 6 dan 9 serta protein berkisar antara 16 hingga 50 persen. Di beberapa daerah, keong mas diolah menjadi berbagai jenis masakan seperti sate, pepes, sambal keong dan kecap keong. Bahkan ada beberapa masyarakat mempercayai bahwa keong mas ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit lever.

Penggunaan keong mas untuk pakan itik terbukti mampu menaikkan hasil telur hingga 80 persen. Pemberian pakan sekitar 4,5 persen tepung keong mas pada peternakan sapi potong juga memberikan hasil pertumbuhan yang cukup baik dan tingkat keuntungan paling tinggi dibandingkan pemberian pakan lain. Sebagai pakan ikan, penggantian kandungan tepung ikan menjadi tepung keong mas sebanyak 25 hingga 75 persen memberikan pengaruh cukup baik terhadap laju pertumbuhan harian individu, efisiensi pakan, retensi protein, dan retensi lemak.

Selain hal-hal di atas, keong mas juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan MOL (mikroorganisme lokal) dan nantinya bisa didigunakan untuk memupuk tanaman padi. Bahan-bahan yang diperlukan adalah daging keong mas 1 kg, gula merah ¼ kg atau diganti dengan buah maja (Sunda: Berenuk) 1 buah dan Air kelapa 1 liter. Sedangkan cara pembuatanya sebagai berikut:

1.     Daging keong mas ditumbuk sampai halus.
2.     Tambahkan gula yang sudah diiris tipis hingga tercampur merata.
3.     Masukkan ke dalam ember atau drum, tambahkan air kelapa dan aduk sampai merata.
4.     Tutup rapat ember dengan plastik.
5.     Untuk aerasi gunakan selang plastik. Ujung luar selang plastik dicelupkan ke air di dalam botol yang telah diberi cairan pemutih. Fungsi dari cairan pemutih ini adalah untuk menghindari kontaminasi dari luar.
6.     Setelah 2 minggu disaring, dan larutan siap untuk digunakan.

MOL bisa digunakan untuk menyemprot tanaman atau untuk pembuatan kompos. Untuk penyemprotan, gunakan ½ liter MOL untuk setiap tangki yang berkapasitas 14 liter. Penyemprotan perlu diulang setiap 2 minggu sekali. Sedangkan untuk pembuatan kompos, 1 liter MOL dilarutkan kedalam 4 liter air dan tambahkan gula 1 ons, diaduk sampai tercampur merata kemudian siramkan ke bahan kompos.